Buku

TRANSFORMASI DAN RESOLUSI QANUN ASASI: Momentum Abad Kedua Nahdlatul Ulama

Buku “Transformasi dan Resolusi Qanun Asasi Menuju Abad Kedua Nahdlatul Ulama” merupakan ikhtiar intelektual untuk membaca kembali makna, arah, dan relevansi Qanun Asasi sebagai fondasi pemikiran, perjuangan, dan gerak kebangsaan Nahdlatul Ulama. Qanun Asasi tidak hanya dipahami sebagai warisan historis para muassis, tetapi juga sebagai sumber nilai dan orientasi pembaruan agar NU tetap relevan menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Disusun dalam delapan bagian, buku ini menghubungkan sejarah, tradisi, pemikiran, dinamika jam’iyyah dan jamaah, kepemimpinan, perubahan sosial-politik, transformasi digital, ekonomi umat, hingga agenda strategis NU di masa depan. Satu abad perjalanan NU diposisikan sebagai ruang refleksi untuk mengambil ibrah dari kontribusi besar NU bagi Islam, Indonesia, dan kemanusiaan, sedangkan abad kedua menjadi ruang aktualisasi untuk membangun NU yang lebih kuat secara spiritual, intelektual, organisatoris, ekonomi, teknologi, dan peradaban.

Dalam konteks Muktamar NU ke-35 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, buku ini hadir sebagai tawaran gagasan untuk menjaga Qanun Asasi, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan jam’iyyah yang lebih berkemajuan. Harapannya, Muktamar tidak semata menjadi ruang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum melahirkan resolusi strategis abad kedua demi menghadirkan NU yang berilmu, berakhlak, mandiri, profesional, digital, inklusif, berdaulat, serta semakin besar kontribusinya bagi Indonesia dan perdamaian dunia.

    Spesifikasi Buku

    • Jumlah halaman: 660 hal
    • Kertas isi: bookpaper
    • Ukuran 14,5 x 21 cm
    • Cetak isi: BW
    • Cover : Art Karton 230 grm

     

    Qonun Asasi Cov

    Contoh Halaman Buku

    jdl
    ii
    13
    1

    Pada akhirnya, buku ini adalah sebuah ajakan untuk kembali kepada pertanyaan paling mendasar dari perjuangan Nahdlatul Ulama: untuk apa NU didirikan, nilai apa yang hendak dijaga, umat seperti apa yang hendak dibangun, bangsa seperti apa yang hendak diwujudkan, dan peradaban seperti apa yang hendak diwariskan kepada generasi mendatang?

    NU harus tetap menjadi jam’iyyah yang kokoh dan jamaah yang hidup. Jam’iyyah membutuhkan sistem, tata kelola, aturan dan kepemimpinan yang kuat. Jamaah membutuhkan keteladanan, kedekatan, pelayanan, spiritualitas dan rasa memiliki. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Jam’iyyah tanpa jamaah akan kehilangan ruh; jamaah tanpa jam’iyyah akan kehilangan arah kelembagaan.

    Hasan Ali
    Kacamata2 Cov
    cov_dep_as
    Icon 2

    Penerbit Haja Mandiri