Buku
Kacamata Doli Kurnia (2)
Buku ini lahir dari keyakinan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terus hidup. Di tengah derasnya arus informasi, polarisasi politik, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, bangsa Indonesia memerlukan lebih banyak gagasan, pandangan, dan diskusi yang berorientasi pada penyelesaian masalah. Sebagai anggota DPR RI yang memperoleh amanah untuk mewakili rakyat, saya meyakini bahwa tugas seorang politisi tidak hanya berhenti pada aktivitas legislasi, pengawasan, dan penganggaran, tetapi juga berkewajiban menghadirkan pemikiran yang dapat memperkaya diskursus publik.
Saya berharap buku Kacamata Doli Kurnia (2) dapat menjadi kontribusi kecil untuk memperkaya ruang pemikiran publik di Indonesia. Semoga tulisan-tulisan yang tersaji di dalamnya dapat memberikan manfaat, memantik diskusi yang sehat, serta mendorong lahirnya kebijakan dan tindakan yang lebih baik bagi bangsa dan negara. Indonesia adalah rumah besar kita bersama
Spesifikasi Buku
- Jumlah halaman: 148 hal
- Kertas isi: bookpaper
- Ukuran 14,5 x 21 cm
- Cetak isi: BW
- Cover : Art Karton 230 grm
Contoh Halaman Buku
Buku ini juga menjadi catatan perjalanan pemikiran pada periode yang sangat dinamis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan besar. Demokrasi menghadapi ujian dalam menjaga kualitas dan integritasnya. Sistem politik terus dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat. Hubungan pusat dan daerah memerlukan keseimbangan baru agar pembangunan berjalan lebih merata. Dunia internasional mengalami ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang semakin kompleks. Pada saat yang sama, berbagai persoalan sosial, seperti kekerasan terhadap anak dan perlindungan pekerja migran, membutuhkan perhatian yang lebih serius
Saya berharap tulisan-tulisan yang ada di dalamnya tidak hanya menjadi dokumentasi pemikiran, tetapi juga dapat menjadi bahan refleksi bersama tentang arah perjalanan bangsa Indonesia
Penerbit Haja Mandiri







