Penyendiri yang Saling (Tak) Terhubung

Kesepian merupakan pengalaman emosional yang kompleks dan dapat berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis individu. Meskipun Indonesia dikenal sebagai masyarakat dengan budaya kolektivistik yang menekankan kebersamaan, fenomena kesepian tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan, terutama di tengah perubahan sosial akibat urbanisasi, digitalisasi, dan dinamika hubungan interpersonal yang berkembang.

Buku ini merupakan perluasan hasil studi yang bertujuan untuk memetakan tingkat kesepian di Indonesia melalui survei yang melibatkan 2.016 responden berusia 17 tahun ke atas, dengan menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang telah divalidasi dalam konteks budaya Indonesia.

Data menunjukkan bahwa kesepian dialami oleh individu dalam berbagai tingkat, dengan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, dan kondisi ekonomi yang berperan dalam variasi pengalaman kesepian. Data yang dikumpulkan disajikan dalam bentuk infografik untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai distribusi kesepian berdasarkan variabel demografis dan sosial. Selain itu, penelitian ini menyoroti anteseden kesepian, termasuk rendahnya dukungan sosial, perasaan keterasingan, dan perubahan pola interaksi akibat meningkatnya ketergantungan pada teknologi. Analisis validitas konstruk alat ukur menunjukkan bahwa skala yang digunakan memiliki reliabilitas yang baik dalam mengukur kesepian di masyarakat Indonesia.

Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai dinamika kesepian dalam konteks sosial budaya Indonesia, serta menawarkan wawasan mengenai prediksi kecenderungan perilaku individu yang mengalami kesepian. Kesepian tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga memiliki implikasi terhadap perilaku sosial dan kesejahteraan individu secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam bentuk intervensi psikologis dan kebijakan sosial untuk mengatasi dampak negatif dari kesepian, termasuk penguatan jaringan sosial, peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, serta penciptaan lingkungan yang lebih inklusif bagi individu yang rentan mengalami kesepian.

—–

Spesifikasi buku:

  • Ukuran Buku: 14,5 x 21 cm
  • 270 halaman
  • Kertas isi bookpaper 55 grms
  • Rp. 135.000,-

Rp 135.000 for a limited time only
*By purchasing you agree to the Terms & Conditions

Penyendiri

Bag 1

 

Belum didapati sebuah buku yang membahas secara meluas tentang kesepian warganegara Indonesia secara nasional sebagai sebuah kondisi psikologis dan sebagai variabel tunggal.

. Data kuantitatif dasar, apalagi infografik, yang menggambarkan tentang kondisi kesepian orang Indonesia secara nasional belum dijumpai, apalagi yang menggambarkan secara terperinci pada setiap itemnya. Publikasi tentang gambaran kesepian dengan subjek penelitian orang Indonesia telah banyak dijumpai meskipun studi tentang kesepian sebagai variabel yang memengaruhi variabel psikologis lain telah banyak dilakukan, terutama untuk kepentingan ilmiah. Sementara para pihak terkait, seperti kementerian/lembaga, atau asosiasi keilmuan dan PT belum terlihat inisiatif untuk melakukan survei pemetaan kesepian secara nasional di Indonesia.

Kecenderungan di Indonesia, berbeda dengan sementara dunia memandang masalah kesepian ini. Menurut survei global oleh Statista (2021), sekitar 33 % orang dewasa di seluruh dunia mengalami perasaan kesepian. Aspek kesepian memiliki hubungan yang kuat dengan kesehatan mental bangsa yang bersangkutan. Sejauh ini, negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan India telah melakukan survei sehingga besaran persentase warga negara yang mengalami dan menderita kesepian dapat diketahui. Meskipun gaya dan pola hidup, juga sistem kekerabatan, skema hunian, dll., di Indonesia berbeda dengan Inggris, Amerika Serikat, Australia, China, bahkan Singapura sekalipun, namun Indonesia dianggap memiliki kemiripan dengan karakteristik India dari segi sumber daya dan kecenderungan transformasi demografinya (OECD, 2010; Guilmoto & Jones (eds.), 2016) dan dengan Pakistan dalam hal demografi, komposisi agama penduduk dan kebijakan digitalisasi yang kuat dengan mendapat dukungan dari norma agama (Yilmaz (ed.)., 2023). Banyak pihak memandang (Bayly & Kolff, 1986; Maclean et al., 2018), karena memiliki kesamaan sejarah, negara India, Pakistan, dan Indonesia, hanya membutuhkan kepemimpinan yang berkualitas untuk mentransformasikan sumber daya dan postur demografinya, guna menciptakan kesejahteraan masyarakatnya. Unsur yang membedakan antara India, Pakistan, dan Indonesia, terutama dalam hal kesepian sebagai dimensi kesehatan psikologis untuk kepentingan sebagai dasar kebijakan kesehatan fisik, India telah melangkah lebih maju dengan melakukan pemetaan berdasarkan survei terhadap kesepian rakyatnya. Lebih dari itu, India menjadikan hasil pemetaan itu untuk kepentingan sebagai dasar pengambilan kebijakan mereka tentang kesehatan. Alih-alih melakukan survei ilmiah, yang harus segera dicatat adalah, ada kesan bahwa keadaan kesepian di Indonesia dianggap sebagai hal yang lumrah, biasa dan normal terjadi. Kesan lanjutanya dari itu alpa dengan risikonya secara psikologis dapat berdampak pada kesehatan mental, faktor risiko sosial dan perilaku kesehatan yang berisiko. Belum ada saluran untuk mengalirkan perasaan mereka yang merasa kesepian, apalagi menanganinya dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan untuk mengentaskan atau mengevakuasi mereka dari perasaan tersebut. Yang terjadi justru, terdapat kecenderungan penghakiman mereka yang mengaku kesepian justru dipandang sebagai pribadi yang lemah, karena kurang menyibukkan diri, bahkan dianggap sebagai hal yang berlebihan jika mengungkapkannya.

.

 

 

 

Overview & Preview

5 Bab

270 Halaman

Pada buku ini, kesepian bangsa Indonesia dipetakan sedemikian rupa, kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk infografik sehingga menggambarkan berbagai latar belakang demografisnya. Mulai dari umur, agama, pekerjaan, status pendidikan, pendapatan, pengeluaran, dan tempat tinggal mereka. Infografik selanjutnya adalah gambaran kesepian mereka, terutama dalam bentuk proporsi jawaban mereka terhadap item-item pernyataan yang secara teoretis dan pengukuran berada di dalam domain kesepian. Dengan memahami satu per satu arah dan menghayati substansi tiap item-item pernyataan dari kuesioner yang disebarkan, kita semua akan dapat lebih memahami kondisi psikologis responden yang menjawab dengan cara mengisi kuesioner yang kami sebarkan. Masing-masing item tersebut kami olah datanya kemudian kami sajikan di dalam bentuk infografik untuk memudahkan membacanya di sela-sela waktu yang tersedia. Cara itu kami lakukan demi untuk mempermudah kita semua dalam membaca data kemudian membayangkan sendiri apa substansi pertanyaannya, arah pertanyaannya, dan proporsi jawaban responden dengan membacanya secara sekilas. Substansi pertanyaan dan pernyataan di setiap item kami cetak tebal (bold) yang secara teknis memudahkan pembaca untuk menangkap maksud dan substansinya. Kami berharap pembaca dapat meluangkan waktu untuk membaca lebih dalam dengan mengikuti berbagai bentuk interpretasi yang kami sediakan.’’

Sample Pages

cov_dal

"Indonesia memerlukan data-data penting, seperti juga data survei tentang kesepian ini, sebagai basis mendasar bagi pengambilan kebijakan strategis dan ketahanan nasional."

Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si. – Gubernur Lemhannas RI

"Mereka yang mengalami kesepian sehingga teralienasi dan tersegregasi secara sosial menyum-bang terhadap kehidupan politik dan demokrasi yang kurang sehat: polarisasi, pecah belah, janji palsu, wabah korupsi, nepotisme dan kronisme, kurang menopang dimensi meritokrasi dan akuntabilitas rezim pemerintahan."

M. Sarmuji – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar

Dalam menjalani tugas pokok, fungsi dan profesi, saya kerap memahami dengan baik anatomi anggaran pada saat bekerja dalam kesendirian, bukan kesepian, malam hari

Irjen Pol. Andik Setiyono, S.I.K., S.H., M.H. – Wakil Astamarena Kapolri

Pesan Sekarang Juga!

Penyendiri yang Saling (Tak) Terhubung

Penyendiri

10% discount

Dapatkan discount 10% untuk pemesanan perdana.