MAnAJEMEN Lembaga PENDIDIKAN ISLAM 

Segera terbit, buku Manajemen Lembaga Pendidikan Islam karya Dr. Eddi Supriadi, Ph.D.

Manajemen lembaga pendidikan Islam berkaitan erat dengan proses pemberian pendidikan nilai-nilai ajaran agama Islam, pada lembaga pendidikan islam yang formal seperti madrasah dan Institut (perguruan tinggi) memiliki ruang lingkup manajemen yang luasnya bidang garapan meliputi bidang-bidang garapan antara lain: 1). Bidang kurikulum (pengajaran); 2) Bidang kesiswaan; 3) Bidang personalia yang mencakup tenaga edukatif dan tenaga administrasi; 4) Bidang sarana yang mencakup segala hal yang menunjang secara langsung pada pencapaian tujuan; 5) Bidang prasarana yang mencakup segala hal yang menunjang secara tidak langsung pada pencapaian tujuan; 6) Bidang humas yaitu hubungan dengan masyarakat, berkaitan langsung dengan bagaimana sekolah dapat menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar.
Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat kegiatan manajerial dan operatif. Dalam suatu proses kegiatan organisasi kedua fungsi tersebut (fungsi manajerial dan fungsi operatif) saling menunjang, saling mempengaruhi, saling memerlukan dan saling mengisi satu sama lain.

  • Ukuran Buku: 14,5 x 21 cm
  • 198 hal
  • Kertas isi bookpaper 55 grms
  • Rp. 95.000,-
1

%

  • Your Title Goes Here 50% 50%

Bab 2 – Jenis Lembaga Pendidikan Islam

Dalam menyiarkan ajaran agama Islam, dibutuhkan lembaga pendidikan yang memberikan pemahaman dan penanaman ajaram agama Islam, Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir (2008) mengemukakan beberapa jenis lembaga pendidikan islam, yaitu keluarga, masjid, pondok pesantren dan madrasah. Selain yang di ungkapkan dari Abdul Mujib dan jusuf Mudzakkir juga akan dipaparkan tentang lembaga pendidikan Islam Majelis Ta’lim dan Perguruan Tinggi Islam.

 

  1. Keluarga Sebagai Lembaga Pendidikan Islam

Dalam Islam, keluarga dikenal dengan istilah usrah, nasl, ‘ali, dan nasb. Keluarga dapat diperoleh melalui keturunan (anak, cucu), perkawinan (suami, istri), persusuan, dan pemerdekaan (Mujib dan Mudzakkir, 2008: 226). Pentingnya serta keutamaan keluarga sebagai lembaga pendidikan islam disyaratkan dalam al-Quran dalam surat  Al-Tahrim ayat 6 yaitu: .

Overview & Preview

10 Bab

198 Halaman

Tujuan pendidikan Islam digali dari nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. hal ini seperti yang diungkapkan oleh Muhimin (1993: 127) Lembaga pendidikan Islam secara umum bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayalan dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

         Secara spesifik tujuan lembaga pendidikan islam terbagi dalam 3 (tiga) tahap yaitu tahapan kognitif, afektif dan tahap psikomotorik, tahapan kognisi, yakni adanya pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam, untuk selanjutnya dilanjutkan dengan tahapan afeksi, dimana terjadinya suatu proses internalisasi ajaran dan nilai agama ke dalam diri siswa setelah mengikuti atau melewati tahap kognitif, dalam arti siswa telah dapat menghayati dan meyakininya nilai agama Islam dalam diri mereka dan pada tahapan psikomotorik yaitu tahapan pengamalan berbagai pengetahuan yang didapat dalam diri, menumbuhkan motivasi dalam diri dan bergerak untuk mengamalkan dan menaati ajaran Islam dalam kehidupannya sehari-hari baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Sample Pages

2
2
3
4

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

(Q.S. al-Tahrim : 6)

pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang sudah ada sejak sekitar abad XIII M. Menurut para ahli pesantren baru dapat disebut pesantren bila memenuhi lima syarat, yaitu: (1) ada kiai, (2) ada pondok, (3) ada masjid, (4) ada santri, (5) ada pelajaran membaca kitab kuning.

(Tafsir, 2010: 191)

Menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan atau ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Komponen keuangan dan pembiayaan di madrasah sebaik-baiknya, agar dana-dana yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan

******

Get it Now!

Kampung Jawa Tondano: Dinamika Psikologi Kesatria Muslim dalam Habitus Minahasa

1

10% discount on books.

Dapatkan informasi buku2 baru dari penerbit Haja Mandiri dan potongan 10% setiap pembelian dengan berlangganan informasi. Masukkan email Anda di bawah ini dan klik Subscribe.