STUDI ISLAM
Pendekatan Sejarah Pengetahuan
Segera terbit, buku Studi Islam; Pendekatan Sejarah Pengetahuan karya Muhyar Fanani .
Dalam buku ini, saya menawarkan bahwa pengembangan ilmu-ilmu ushuluddin –juga ilmu-ilmu keislaman lain– sudah semestinya dilakukan dengan upaya mewujudkan demokrasi ilmiah dan menghindarkan terjadinya tirani ilmiah. Tirani ilmiah nyata-nyata telah menghasilkan pseudo paradigm-shift sebagai akibat dari dominannya para penguasa dalam proses paradigm shift baik dalam bentuk pemenjaraan, pembunuhan para tokoh, maupun pendirian lembaga pendidikan yang dijadikan media (corong) sosialisasi oleh penguasa.
Upaya mewujudkan demokrasi ilmiah itu dilakukan dengan cara membangun iklim akademis yang berbasis pada civil society, membangun lembaga-lembaga pendidikan dan iklim akademik yang bebas, meminimalisasi motif ideologis dan merevitalisasi motif perbaikan nasib umat, melakukan continuing research, sosialisasi karya-karya ilmiah secara masif, serta mengupayakan terciptanya sebuah konsensus di kalangan ilmuwan.
- Ukuran Buku: 14,5 x 21 cm
- 176 hal
- Kertas isi bookpaper 55 grms
- Rp. 110.000,-
%
- Your Title Goes Here 50%
Bab 2 – Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Kuhn
Saat ini kita mewarisi peninggalan “konflik” sejarah keilmuan yang sulit untuk dihapuskan. Dikotomi antara ilmu-ilmu yang berakar langsung pada wahyu dan ilmu-ilmu yang berakar langsung pada ilmu-ilmu Yunani terasa semakin lebar. Padahal sebenarnya dikotomi itu sudah tidak ada artinya bagi umat Islam dewasa ini. Mengapa? Karena umat Islam sudah tidak lagi berprestasi di kedua bidang ilmu itu. Pendukung ilmu-ilmu syar‘iyyah sudah tidak lagi pantas menepuk dada dengan ilmu yang ditekuninya. Sebaliknya, pendukung ilmu-ilmu Yunani –sekarang lebih sering disebut “ilmu umum”– lebih tidak pantas lagi membanggakan dirinya dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya, karena ilmu-ilmu itu hampir semuanya dipimpin oleh Barat dan kita hanya menjadi pengekornya. Inilah yang terjadi dalam dunia keilmuan umat Islam sekarang.
Melihat fenomena kemunduran ilmu yang amat parah di tubuh umat Islam sekarang, mendorong penulis untuk mencari tahu mengapa semua itu dapat terjadi. Padahal umat Islam memiliki modal dasar yang boleh dibilang tidak kalah dengan masyarakat Barat. Tentu pertanyaan ini bila dikaji dengan berbagai pendekatan akan menghasilkan jawaban yang berbeda-beda. Tulisan ini akan melihatnya dengan cara pandang filsafat ilmu, tepatnya memakai teori pergeseran paradigma (paradigm shift) Thomas Kuhn. Namun, sebelum menuju ke arah itu, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan Thomas Kuhn, pencetus teori paradigm shift.
Overview & Preview
7 Bab
176 Halaman
Buku ini semula adalah hasil penelitian penulis di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Walisongo Semarang. penulis yakin, isi buku ini akan mengundang pro dan kontra. Bagi yang pro, penulis berharap bahwa buku ini dapat memberikan inspirasi mereka untuk melakukan penelitian lebih lanjut, sehingga buku ini hanyalah merupakan langkah awal kajian kritis tentang sejarah ilmu-ilmu keislaman di Indonesia. Bagi yang kontra, penulis sampaikan bahwa penulis akan mempersiapkan diri penulis dengan seksama untuk menyimak argumentasi mereka. penulis yakin bahwa pro dan kontra akan menjadikan ilmu-ilmu keislaman berkembang maju secara dinamis sebagaimana yang telah diteorikan oleh Hegel dengan dialektikanya.
Sample Pages
Get it Now!
Kampung Jawa Tondano: Dinamika Psikologi Kesatria Muslim dalam Habitus Minahasa
10% discount on books.
Dapatkan informasi buku2 baru dari penerbit Haja Mandiri dan potongan 10% setiap pembelian dengan berlangganan informasi. Masukkan email Anda di bawah ini dan klik Subscribe.




