ARGUMEN ISLAM PURITAN

Adobsi Hadis-hadis Takhrij Nasihudin Al-Albani dalam Gerakan Salafi Indonesia 

Segera terbit, buku Argumen Islam Puritan; Adobsi Hadis-hadis Takhrij Nasihudin Al-Albani dalam Gerakan Salafi Indonesia].

Penulis tertarik mengangkat tema ini mengingat perkembangan gerakan Salafi di Indonesia begitu massif. Banyak peneliti yang menaruh perhatian terhadap kajian-kajian tentang Salafi di Indonesia hingga saat ini. Naṣir al-Dīn al-Albānī (w.1999 M) adalah salah tokoh penting yang mempengaruhi cara pandang gerakan Salafi kontemporer, termasuk di Indonesia. Sebagai tokoh yang dikenal mendalami kajian hadis, al-Albānī semacam menjadi sumber legitimasi pergumulan pemikiran Salafi dalam mencari Islam yang otentik sebagaimana mereka proyeksikan kepada praktek keagamaan generasi awal (al-salaf).

  • Ukuran Buku: 15 x 22 cm
  • 362 hal
  • Kertas isi bookpaper 55 grms
  • Rp. 165.000,-
cov

%

  • Your Title Goes Here 50% 50%

Bab 1 Pendahuluan

Fenomena maraknya gerakan keagamaan transnasional di Indonesia yang dinamakan Salafi, tidak lepas dari pengaruh gerakan Salafisme Global (Global Salafism). Gerakan ini telah menarik perhatian para pakar dari berbagai latar belakang untuk membahas dan mengkaji fenomena tersebut. Sebuah konferensi internasional pada tahun 2007 diadakan atas kerjasama Ladbound University, Nijmengen dan ISIM, Leiden, Belanda. Makalah-makalah dalam konferensi tersebut kemudian dibukukan oleh editor Roel Meijer dengan judul Global Salafism: Islam’s New Religious Movement. Dalam pengantar buku ini digambarkan secara komprehensif tentang Salafisme, sejarah perkembangannya, varian-varian, dan praktiknya di berbagai negara. Kajian tersebut masih relevan hingga sekarang untuk menjelaskan sebagian fenomena Salafisme di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia.

Overview & Preview

6 Bab

362 Halaman

Buku ini ditulis secara naratif-analitis. Penulis tidak hanya akan menyajikan paparan tentang data atau informasi yang bersumber dari data dokumen (realist tale), terlebih tidak hanya berdasarkan kesan peneliti yang dicoba ditafsirkansecara dramatis (impressionist tale), melainkan lebih mengembangkan analisa berdasar penafsiran-penafsiran yang rasional. Secara spesifik peneliti akan menggunakan dua teknik analisa data dan penafsiran data yang dikombinasikan dalam menuliskan laporan penelitian ini.

Untuk memudahkan pemahaman buku ini disusun terdiri dari enam bab. Bab pertama adalah pendahuluan yang memuat latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan, manfaat dan signifikansi, kajian terdahulu yang relevan, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

Sample Pages

sampel1
sampel2
sampel3
sampel4

Kajian terhadap pemikiran al-Albānī telah banyak dilakukan oleh para sarjana muslim maupun Barat. Beberapa sarjana muslim mengkritik inkonsistensi dalam kritik hadisnya. Hasan ibn ‘Ali al-Saqqāf mencoba menunjukkan kontradiksi dan inkonsistensi metode al-Albānī dalam meneliti hadis. Al-Saqqāf mengidentifikasi 250 hadis dalam jilid pertama dan 650 dalam jilid kedua bukunya di atas, yang menurutnya secara jelas menunjukkan kontradiksi dan kekeliruan al-Albānī

Ḥasan ibn Ali al-Saqqāf

Tujuan dari pemilihan istilah Salafiyah adalah untuk membangkitkan kebencian masyarakat terhadap segala bentuk kekeliruan yang berkembang saat itu. Obsesi itu ditempuh dengan cara membandingkan realitas kehidupan kaum muslimin di masa awal yang penuh kegemilangan dan kemajuan, dengan realita yang dialami mereka saat ini, yang penuh kesuraman. Setelah itu, mereka menjadikan hubungan Islam dengan masa salaf sebagai standaritas dari setiap kebahagiaan kemajuan dan kebaikan

Jum’ah

sejatinya peletak dasar Ahl al-Ḥadīth adalah Sa‘īd ibn al-Musayyab (w. 96 H/714 M), salah satu dari tujuh ahli fikih Madinah yang juga seorang pentolan generasi tābi‘īn, sedangkan Ahl al-Ra’y adalah Ibrāhīm ibn Yazīd ibn Qays al-Nakhā‘ī (w. 96 H/714 M). Kemunculan kelompok Ahl al-Hadīth dan Ahl al-Ra’y ini ke permukaan terjadi pada masa Bani Abbasiyyah, yang memang masyhur diketahui pada masa tersebut keilmuan Islam mengalami perkembangan yang sangat pesat, termasuk pada bidang hadis yang pemahamannya kemudian melahirkan hukum Islam

Rippin

Get it Now!

Ilmu Ushul Fiqh Dalam Prespektif Falsafah Ilmu: Sebuah Aplikasi 

UshulFoqh

10% discount on books.

Dapatkan informasi buku2 baru dari penerbit Haja Mandiri dan potongan 10% setiap pembelian dengan berlangganan informasi. Masukkan email Anda di bawah ini dan klik Subscribe.